Diskusi Integritas & Akuntabiltas Pengelolaan Hutan Riau

Image

(Pekanbaru. 29 Oktober 2013) SIAP II (Strengthening Integrity Accountability Program II), dilihat dari artinya, program ini bertujuan sebagai penguatan integritas dan akuntabilitas dalam pengelolaan hutan. SIAP II menggelar diskusi di Meeting Room, Guest House UIN SUSKA Riau mengenai kasus Rusli Zainal terkait dengan Bagan Kerja (BK) Izin Usaha Pemanfaatan Hasil Hutan Kayu pada Hutan Tanaman (IUPHHK-HT) di Siak dan Pelalawan.

Program diskusi di hadiri oleh sejumlah wartawan dari berbagai media di Pekanbaru dan 3 pembicara, diantaranya Nurbasri (Kapolda), Susanto Kurniawan dan Muslim (SIAP II). Susanto memaparkan sejumlah data dan nama perusahaan di Riau, terdapat kurang lebih 23 perusahaan yang telah terbukti melakukan pelanggaran perundang-undangan dalam perolehan penerbitan izin usaha pemanfaatan hasil hutan kayu hutan tanaman yang dinilai merugikan Negara triliunan rupiah guna memperkaya diri sendiri.

Peserta diskusi acara tidak puas dengan materi disampaikan oleh pembicara karena kurangnya pembahasan mengenai kasus Rusli Zainal yang sebelumnya memang menjadi judul besar dalam acara tersebut. Menurut penuturan Nina Sari salah satu anggota dari SIAP II “Sebelum acara di selenggarakan, kita memang sudah memberitahu bahwa judul yang akan dibahas itu mengenai kasus Rusli Zainal di bidang kehutanan. Kemudian salah satu pembicara dari KPK berhalangan hadir dan digantikan oleh pembicara local dari kami sendiri.” (*windiys)